----- Original Message -----
From: Jamiah Suseno
To: Undisclosed- Recipient: ;
Sent: Friday, April 13, 2007 10:15
Subject: *Ar_Ruuh* BILA MUSIBAH MENIMPA
Allah s.w.t berfirman, mafhumnya,
“Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (iaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali. Mereka itu ialah orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayatNya. (QS. al-Baqarah:155- 157)Di dalam musnad Imam Ahmad, Nabi s.a.w bersabda,
"Tidaklah seorang hamba yang ditimpa musibah mengucapkan, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, ya Allah berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik," kecuali Allah akan memberikan pahala dalam musibahnya dan akan memberikan kepadanya ganti yang lebih baik." (HR. Ahmad 3/27) Kita Milik Allah dan Kembali Kepada-Nya Jika seorang hamba benar-benar menginsafi bahwa dirinya adalah milik Allah s.w.t. dan akan kembali kepada-Nya maka dia akan terhibur tatkala ditimpa musibah. Kalimat istirja' ini merupakan penyembuh dan penawar paling mujarab bagi orang yang sedang ditimpa musibah. Dia memberikan manfaat baik dalam waktu dekat maupun di waktu yang akan datang. Kalimat tersebut memuat dua prinsip yang sangat agung. Jika seseorang mampu merealisasikan dan memahami keduanya maka dia akan terhibur dalam setiap musibah yang menimpanya. Iaitu, Pertama; Bahwasanya manusia, keluarga dan harta pada hakikatnya adalah milik Allah s.w.t. . Ianya bagi manusia tidak lebih hanya sebagai pinjaman, sehingga jika Allah s.w.t. mengambilnya dari seseorang maka ia ibarat seorang pemilik barang yang mengambilnya kembali dari si peminjam. Demikian juga manusia sebenarnya tidak mempunyai apa-apa , sebelumnya (ketika lahir) dia tidak memiliki apa-apa dan setelahnya (ketika mati) ia pun tidak memiliki apa-apa lagi. Dan segala sesuatu yang dimiliki oleh seorang hamba tidak lebih hanya seperti barang pinjaman yang bersifat sementara. Seorang hamba juga bukanlah yang telah menjadikan dirinya memiliki sesuatu setelah sebelumnya tidak punya. Dan diapun bukanlah menjadi penjaga terhadap segala miliknya dari kebinasaan dan kelenyapan, dia tidak mampu untuk menjadikan miliknya tetap terus kekal bersamanya . Walau apapun usaha seorang hamba dia tidak akan mampu untuk menjadikan miliknya kekal abadi, juga tidak mampu menjadikan dirinya sebagai pemilik hakiki. Dan juga seseorang itu hendaklah membelanjakan apa-apa yang dimilikinya berdasarkan perintah pemiliknya yang hakiki, memperhatikan apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang. Dia membelanjakan bukan sebagai pemilik, kerana Allah-lah Sang Pemilik, maka tidak boleh baginya membelanjakan pinjaman itu kecuali dalam hal-hal yang sesuai dengan kehendak Pemilik Yang Hakiki. Kedua; Bahwa kesudahan dan tempat kembali seorang hamba adalah kepada Allah Pemilik yang Haq. Dan seseorang sudah pasti akan meninggalkan dunia ini lalu menghadap Allah s.w.t. sendiri-sendiri sebagaimana ketika mula-mula diciptakan, tidak memiliki harta, tidak membawa keluarga dan anak isteri. Akan tetapi manusia menghadap Allah dengan membawa amal kebaikan dan keburukan. Jika awal mula dan kesudahan seorang hamba adalah demikian maka bagaimana dia akan berbangga-bangga dengan apa yang dia miliki atau berputus asa dari apa yang tidak dimilikinya. Maka memikirkan bagaimana awal dirinya dan bagaimana kesudahannya nanti adalah merupakan penawar paling mujarab untuk mengubati sakit dan kesedihan. Demikian juga dengan mengetahui secara yakin bahwa apa yang akan menimpanya pasti tidak akan sia-sia atau luput dan begitu juga sebaliknya. Allah s.w.t. berfirman, mafhumnya,
Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab (pengetahuan Kami) sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kamu diberitahu tentang itu) supaya kamu tidak bersedih hati akan apa yang telah luput daripada kamu dan tidak pula bergembira (secara sombong dan bangga) dengan apa yang diberikan kepada kamu dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri. (QS. al-Hadid:22- 23) Ingat nikmat yang masih adaBandingkan besarnya musibah dan besanya nikmat yang telah diterima. Maka akan didapati bahwa Allah s.w.t masih memberikan nikmat seumpama musibah malah sebenarnya lebih banyak lagi. Dan jika seseorang bersabar dan redha maka Allah s.w.t. akan memberikan sesuatu yang lebih baik dan besar daripada apa yang hilang dalam musibah, bahkan mungkin dengan berlipat ganda. Dan jika Allah s.w.t. menghendaki maka akan menjadikan lebih dan lebih lagi dari yang ada. Musibah Menimpa Semua Orang Sedarlah bahawa musibah itu pasti dialami oleh semua orang. Lihatlah ke kanan, maka akan didapati di sana orang yang sedang diberi ujian, dan jika menengok ke kiri maka di sana ada orang yang sedang ditimpa kerugian dan malapetaka. Dan seorang yang berakal, sekiranya ingin memperhatikan sekelilingnya maka dia tidak akan mendapati kecuali di sana pasti ada ujian hidup, entah dengan hilangnya barang atau orang yang dicintai atau ditimpa sesuatu yang tidak disukai dalam hidup. Kehidupan dunia tidak lain adalah ibarat kembangnya tidur atau bayang-bayang yang pasti lenyap. Jika dunia mampu membuat orang tersenyum sesaat maka dia mampu mendatangkan tangisan yang panjang. Jika ia membuat bahagia dalam sehari maka ia pun membuat duka sepanjang tahun. Kalau hari ini memberikan sedikit maka suatu saat akan menahan dalam waktu yang lama. Tidaklah suatu rumah dipenuhi dengan keceriaan kecuali suatu saat akan dipenuhi pula dengan duka. Ibnu Mas'ud r.a berkata, "Pada setiap kegembiraan ada duka, dan tidak ada satu rumah pun yang penuh dengan kebahagiaan kecuali akan dipenuhi pula dengan kesedihan. Berkata pula Ibnu Sirin, "Tidak akan pernah ada senyuman yang berterusan , kecuali setelahnya pasti akan ada tangisan." Hindun binti an-Nu'man berkata, "Kami melihat bahwa kami adalah termasuk orang yang paling mulia dan memiliki harta paling banyak, kemudian matahari belum sampai terbenam sehingga kami telah menjadi orang yang tidak punya apa-apa. Dan merupakan hak Allah s.w.t. bahwa tidaklah Dia memenuhi suatu rumah dengan kebahagiaan, kecuali akan mengisinya pula dengan kesedihan." Dan ketika seseorang bertanya tentang apa yang menimpanya maka dia mengatakan, "Kami pada suatu pagi, tidak mendapati seseorang pun di Arab kecuali berharap kepada kami, kemudian kami di petang harinya tidak mendapati mereka kecuali menaruh belas kasihan kepada kami." Keluh Kesah Menambahkan Penderitaan Sedarlah bahawa keluh kesah tidak akan dapat menghilangkan musibah. Bahkan hanya akan menambah serta melipatgandakan sakit dan penderitaan. Musibah Terbesar Adalah Hilangnya Kesabaran Ingatlah bahwa hilangnya kesabaran dan sikap berserah diri adalah lebih besar dan lebih berbahaya daripada musibah itu sendiri. Kerana hilangnya kesabaran akan menyebabkan hilangnya keutamaan berupa kesejahteraan, rahmat dan hidayah yang Allah s.w.t. kumpulkan tiga hal itu dalam sikap sabar dan istirja' (mengembalikan urusan kepada Allah). Sumber asal : “Ilaj harril musibah wa huzniha,” Imam Ibnul Qayyim (KM)
============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ===
Learn from other mistakesYou can't live long to experience it for
Saturday, April 14, 2007
Friday, April 13, 2007
MENANGIS TAKUTKAN ALLAH
TIDAK AKAN MASUK NERAKA ORANG YANG MENANGIS KERANA TAKUTKAN ALLAH
Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Bahawa tidak akan masuk neraka orang menangis kerana takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya."
Dalam sebuah kitab Daqa'iqul Akhbar menerangkan bahawa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka.
Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, "Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, sesiapa yang menangis kerana takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis kerana amat takut kepada-Mu."
Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis kerana takut kepada Allah S.W.T. Malaikat Jibril A.S mengumumkan, telah selamatlah ia sebab sehelai rambut."
Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahawa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyalaan api yang sangat menggerunkan, semua umat menjadi berlutut kerana kesusahan menghadapinya. Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, "Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan." (Surah al-Jatsiyah ayat 28).
Sebaik sahaja mereka menghampiri neraka, mereka mendengar kegeraman api neraka dengan nyalaan apinya, dan diterangkan dalam kitab tersebut bahawa suara nyalaan api neraka itu dapat didengar sejauh 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga Nabi-nabi dengan ucapan, "Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah) kecuali hanya seorang nabi sahaja yang akan berkata, "Umatku, umatku." Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, "Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali."
Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak mahu kembali, lalu malaikat Jibril berkata, "Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W".
Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S. "Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya." Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu.
Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. "Wahai Jibril, Apakah air itu?" Maka Jibril berkata, "Itulah air mata orang derhaka di kalangan umatmu yang menangis kerana takut kepada Allah S.W.T. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu." Maka padamlah api itu dengan izin Allah S.W.T.
Telah bersabda Rasulullah S.A.W, "Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis kerana takut kepada-Mu, sebelum tidak ditemunya air mata."
Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Bahawa tidak akan masuk neraka orang menangis kerana takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya."
Dalam sebuah kitab Daqa'iqul Akhbar menerangkan bahawa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka.
Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, "Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, sesiapa yang menangis kerana takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis kerana amat takut kepada-Mu."
Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis kerana takut kepada Allah S.W.T. Malaikat Jibril A.S mengumumkan, telah selamatlah ia sebab sehelai rambut."
Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahawa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyalaan api yang sangat menggerunkan, semua umat menjadi berlutut kerana kesusahan menghadapinya. Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, "Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan." (Surah al-Jatsiyah ayat 28).
Sebaik sahaja mereka menghampiri neraka, mereka mendengar kegeraman api neraka dengan nyalaan apinya, dan diterangkan dalam kitab tersebut bahawa suara nyalaan api neraka itu dapat didengar sejauh 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga Nabi-nabi dengan ucapan, "Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah) kecuali hanya seorang nabi sahaja yang akan berkata, "Umatku, umatku." Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, "Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali."
Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak mahu kembali, lalu malaikat Jibril berkata, "Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W".
Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S. "Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya." Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu.
Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. "Wahai Jibril, Apakah air itu?" Maka Jibril berkata, "Itulah air mata orang derhaka di kalangan umatmu yang menangis kerana takut kepada Allah S.W.T. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu." Maka padamlah api itu dengan izin Allah S.W.T.
Telah bersabda Rasulullah S.A.W, "Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis kerana takut kepada-Mu, sebelum tidak ditemunya air mata."
BERPISAHNYA ROH DARI JASAD
KISAH BERPISAHNYA ROH DARI JASAD
Dalam sebuah hadith daripada Aisyah r.a katanya, "Aku sedang duduk bersila di dalam rumah. Tiba-tiba Rasulullah S.A.W datang dan masuk sambil memberi salam kepadaku. Aku segera bangun kerana menghormati dan memuliakannya sebagaimana kebiasaanku di waktu baginda masuk ke dalam rumah. Nabi S.A.W bersabda, "Duduklah di tempat duduk, tidak usahlah berdiri, wahai Ummul Mukminin. "Maka Rasulullah S.A.W duduk sambil meletakkan kepalanya di pangkuanku, lalu baginda berbaring dan tertidur.Maka aku hilangkan uban pada janggutnya, dan aku dapat 19 rambut yang sudah putih. Maka terfikirlah dalam hatiku dan aku berkata, "Sesungguhnya baginda akan meninggalkan dunia ini sebelum aku seperti satu umat yang ditinggalkan olehnya nabinya." Maka aku menangis sehingga mengalir air mataku jatuh menitis pada wajah baginda.
Baginda terbangun dari tidurnya seraya bertanya, "Apakah sebabnya sehingga engkau menangis wahai Ummul Mukminin?" Masa aku ceritakan kisah tadi kepadanya, lalu Rasulullah S.A.W bertanya, "Keadaan bagaimanakah yang hebat bagi mayat?" Kataku, "Tunjukkan wahai Rasulullah!"Rasulullah S.A.W berkata, "Engkaulah katakan!," Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada keadaan lebih hebat bagi mayat ketika keluarnya mayat dari rumahnya di mana anak-anaknya sama-sama bersedih hati di belakangnya. Mereka sama-sama berkata, "Aduhai ayah, aduhai ibu! Ayahnya pula mengatakan: "Aduhai anak!"
Rasulullah S.A.W bertanya lagi: "Itu juga termasuk yang hebat. Maka, manakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada hal yang lebih hebat daripada mayat ketika ia diletakkan ke dalam liang lahad dan ditimbuni tanah ke atasnya. Kaum kerabat semuanya kembali. Begitu pula dengan anak-anak dan para kekasihnya semuanya kembali, mereka menyerahkan kepada Allah berserta dengan segala amal perbuatannya." Rasulullah S.A.W bertanya lagi, "Adakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah, "Hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih tahu."Maka bersabda Rasulullah S.A.W : "Wahai Aisyah, sesungguhnya sehebat-hebat keadaan mayat ialah ketika orang yang akan memandikan masuk ke rumahnya untuk memandikannya. Maka keluarlah cincin di masa remaja dari jari-jarinya dan ia melepaskan pakaian pengantin dari badannya. Bagi para pemimpin dan fuqaha, sama melepaskan serban dari kepalanya untuk dimandikan.
Di kala itu rohnya datang dan ia melihat jasadnya dalam keadaan telanjang dan dengan suara yang seluruh makhluk mendengar kecuali jin dan manusia yang tidak mendengar. Maka berkata roh, "Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah, lepaskanlah pakaianku dengan perlahan-lahan sebab di saat ini aku berehat dari kesakitan sakaratul maut. "Dan apabila air disiram maka akan berkata mayat, "Wahai orang yang memandikan akan roh Allah, janganlah engkau menyiram air dalam keadaan yang panas dan janganlah pula dalam keadaan sejuk kerana tubuhku terbakar dari sebab lepasnya roh,"Dan jika mereka memandikan, maka berkata roh: "Demi Allah, wahai orang yang memandikan, janganlah engkau gosok tubuhku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh."Apabila telah selesai dari dimandikan dan diletakkan pada kafan serta tempat kedua telapaknya sudah diikat, maka mayat memanggil, "Wahai orang yang memandikanku, janganlah engkau kuat-kuatkan dalam mengafani kepalaku supaya aku dapat melihat wajah anak-anakku dan kaum keluargaku sebab ini adalah penglihatan terakhirku pada mereka. Adapun pada hari ini aku dipisahkan dari mereka dan aku tidaka kan dapat berjumpa lagi sehingga hari kiamat."
Apabila mayat dikeluarkan dari rumah, maka mayat akan menyeru, "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda, maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim, janganlah menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari ini aku akan dikeluarkan dari rumahku dan meninggalkan segala yang kucintai dan aku tidak lagi akan kembali untuk selama-lamanya."Apabila mayat diletakkan ke dalam keranda, maka berkata lagi mayat, "Demi Allah, wahai jemaahku, janganlah kamu percepatkan aku sehingga aku mendengar suara ahliku, anak-anakku dan kaum keluargaku. Sesungguhnya hari ini ialah hari perpisahanku dengan mereka sehingga hari kiamat."
Dalam sebuah hadith daripada Aisyah r.a katanya, "Aku sedang duduk bersila di dalam rumah. Tiba-tiba Rasulullah S.A.W datang dan masuk sambil memberi salam kepadaku. Aku segera bangun kerana menghormati dan memuliakannya sebagaimana kebiasaanku di waktu baginda masuk ke dalam rumah. Nabi S.A.W bersabda, "Duduklah di tempat duduk, tidak usahlah berdiri, wahai Ummul Mukminin. "Maka Rasulullah S.A.W duduk sambil meletakkan kepalanya di pangkuanku, lalu baginda berbaring dan tertidur.Maka aku hilangkan uban pada janggutnya, dan aku dapat 19 rambut yang sudah putih. Maka terfikirlah dalam hatiku dan aku berkata, "Sesungguhnya baginda akan meninggalkan dunia ini sebelum aku seperti satu umat yang ditinggalkan olehnya nabinya." Maka aku menangis sehingga mengalir air mataku jatuh menitis pada wajah baginda.
Baginda terbangun dari tidurnya seraya bertanya, "Apakah sebabnya sehingga engkau menangis wahai Ummul Mukminin?" Masa aku ceritakan kisah tadi kepadanya, lalu Rasulullah S.A.W bertanya, "Keadaan bagaimanakah yang hebat bagi mayat?" Kataku, "Tunjukkan wahai Rasulullah!"Rasulullah S.A.W berkata, "Engkaulah katakan!," Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada keadaan lebih hebat bagi mayat ketika keluarnya mayat dari rumahnya di mana anak-anaknya sama-sama bersedih hati di belakangnya. Mereka sama-sama berkata, "Aduhai ayah, aduhai ibu! Ayahnya pula mengatakan: "Aduhai anak!"
Rasulullah S.A.W bertanya lagi: "Itu juga termasuk yang hebat. Maka, manakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada hal yang lebih hebat daripada mayat ketika ia diletakkan ke dalam liang lahad dan ditimbuni tanah ke atasnya. Kaum kerabat semuanya kembali. Begitu pula dengan anak-anak dan para kekasihnya semuanya kembali, mereka menyerahkan kepada Allah berserta dengan segala amal perbuatannya." Rasulullah S.A.W bertanya lagi, "Adakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah, "Hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih tahu."Maka bersabda Rasulullah S.A.W : "Wahai Aisyah, sesungguhnya sehebat-hebat keadaan mayat ialah ketika orang yang akan memandikan masuk ke rumahnya untuk memandikannya. Maka keluarlah cincin di masa remaja dari jari-jarinya dan ia melepaskan pakaian pengantin dari badannya. Bagi para pemimpin dan fuqaha, sama melepaskan serban dari kepalanya untuk dimandikan.
Di kala itu rohnya datang dan ia melihat jasadnya dalam keadaan telanjang dan dengan suara yang seluruh makhluk mendengar kecuali jin dan manusia yang tidak mendengar. Maka berkata roh, "Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah, lepaskanlah pakaianku dengan perlahan-lahan sebab di saat ini aku berehat dari kesakitan sakaratul maut. "Dan apabila air disiram maka akan berkata mayat, "Wahai orang yang memandikan akan roh Allah, janganlah engkau menyiram air dalam keadaan yang panas dan janganlah pula dalam keadaan sejuk kerana tubuhku terbakar dari sebab lepasnya roh,"Dan jika mereka memandikan, maka berkata roh: "Demi Allah, wahai orang yang memandikan, janganlah engkau gosok tubuhku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh."Apabila telah selesai dari dimandikan dan diletakkan pada kafan serta tempat kedua telapaknya sudah diikat, maka mayat memanggil, "Wahai orang yang memandikanku, janganlah engkau kuat-kuatkan dalam mengafani kepalaku supaya aku dapat melihat wajah anak-anakku dan kaum keluargaku sebab ini adalah penglihatan terakhirku pada mereka. Adapun pada hari ini aku dipisahkan dari mereka dan aku tidaka kan dapat berjumpa lagi sehingga hari kiamat."
Apabila mayat dikeluarkan dari rumah, maka mayat akan menyeru, "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda, maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim, janganlah menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari ini aku akan dikeluarkan dari rumahku dan meninggalkan segala yang kucintai dan aku tidak lagi akan kembali untuk selama-lamanya."Apabila mayat diletakkan ke dalam keranda, maka berkata lagi mayat, "Demi Allah, wahai jemaahku, janganlah kamu percepatkan aku sehingga aku mendengar suara ahliku, anak-anakku dan kaum keluargaku. Sesungguhnya hari ini ialah hari perpisahanku dengan mereka sehingga hari kiamat."
ZIKIR PEMBERSIH HATI
Hadis Zikir - Pembersih HatiAdalah dilaporkan di dalam sebuah hadis bahawa baginda Rasulullah s.a.w bersabda: "Bagi segala sesuatu ada penggosok untuk membersihkan dan menghilangkan kekotorannya (umpamanya untuk membersihkan badan dan pakaian dipergunakan sabun dan untuk menghilangkan karat besi dipergunakan api dan lain-lainnya). Maka demikian itulah penggosok (pembersih) hati ialah zikrullah."Hadis ini juga mengatakan bahawa zikrullah adalah lebih utama daripada yang lain-lain. Zikir itu dianggap sebagai pembersih hati hati yang kotor, kerana setiap ibadat dikira dalam ertikata sebenarnya apabila ibadat-ibadat itu dikerjakan dengan ikhlas dan pencapaian ikhlas itu adalah bergantung kepada hati yang jernih lagi suci.Oleh itu sebahagian ulama tasauf mengatakan bahawa zikir yang dimaksudkan di dalam hadis ini ialah qalbi (zikir dalam hati) bukan zikir lisani (zikir dengan lidah). Dengan mengerjakan zikir qalbi itu hati seseorang manusia terkontek (terhubung) dengan ALLAH buat selama-lamanya. Hakikat ini tidaklah dapat disangkalkan lagi bahawa keadaan yang disebutkan ini adalah lebih utama dari segala inadat kerana tercapai sama ada anggota-anggota zikir maupun anggota-anggota batin. Anggota-anggota ini semuanya adalah menurut hati. Jika hati itu berhubung dengan sesuatu maka anggota-anggota lain dengan sendirinya akan terhubung dengannya. Keadaan para pecinta tidaklah tersembunyi kepada sesiapa pun
12 BARISAN DI AKHIRAT
12 BARISAN DI AKHIRAT
Suatu ketika, Muaz bin Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris" Surah an-Naba':18. Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muaz, engkau telah bertanyakan kepada aku, perkara yang amat besar, bahawa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri...." Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut :-
BARISAN PERTAMA - Diiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati jirannya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KEDUA - Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KETIGA - Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking.
"Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KEEMPAT - Diiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka.
"Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka..."
BARISAN KELIMA - Diiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KEENAM - Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan.
"Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KETUJUH - Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KELAPAN - Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KESEMBILAN - Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KESEPULUH - Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KESEBELAS - Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KEDUA BELAS - Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan:
"Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan derhaka, mereka memelihara solat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."
Jika engkau mahukan kemesraan dengan Allah, maka garanglah terhadap dirimu sendiri. Jika engkau merasakan manisnya berhubung dengan Allah, tahulah engkau betapa peritnya berpisah denganNya.
Suatu ketika, Muaz bin Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris" Surah an-Naba':18. Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muaz, engkau telah bertanyakan kepada aku, perkara yang amat besar, bahawa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri...." Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut :-
BARISAN PERTAMA - Diiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati jirannya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KEDUA - Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KETIGA - Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking.
"Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KEEMPAT - Diiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka.
"Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka..."
BARISAN KELIMA - Diiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KEENAM - Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan.
"Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KETUJUH - Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KELAPAN - Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KESEMBILAN - Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KESEPULUH - Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KESEBELAS - Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
BARISAN KEDUA BELAS - Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan:
"Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan derhaka, mereka memelihara solat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."
Jika engkau mahukan kemesraan dengan Allah, maka garanglah terhadap dirimu sendiri. Jika engkau merasakan manisnya berhubung dengan Allah, tahulah engkau betapa peritnya berpisah denganNya.
Friday, March 23, 2007
ISLAM HAD HARI ALA AAB
Islam Hadhari sesat dan menyesatkan - Presiden PAS
Bashir Ishak Thu Mar 22, 07 09:23:45 AM
ARAU, 22 Mac (Hrkh) - "Saya berani katakan bahawa ianya sesat walaupun Pak Lah telah memberikan amaran agar tidak diperlekehkan. Saya dah tulis buku yang sudah dicetak tiga empat kali tapi sehingga kini kerajaan Umno tak jawab lagi. Mereka juga tidak menjawab cabaran PAS untuk bermuzakarah secara ilmu."
Demikian pernyataan tegas Presiden PAS, Dato' Seri Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang semasa berceramah di Guar Sanji dekat sini sempena pelancaran Dana Pilihan raya PAS Perlis baru-baru ini.
Menurutnya lagi, membesarkan perkara-perkara khilafiyah dalam masyarakat pada zaman ini adalah kerja-kerja yang boleh merosakkan Islam.
Katanya, perkara-perkara khilafiyah dalam agama ini adalah benda lama yang sudah ada sejak zaman para sahabat, tabiin dan imam mazhab yang mana mereka tidak pernah bertelingkah dalam perkara furuk atau cabang.
"Tapi mereka tidak berbalah dalam perkara furuk kecuali masalah pokok. Inilah dia orang Islam berbalah bab talqin, qunut, sapu muka tapi arak dan judi dibenarkan, hudud dan khisas tak laksana.
"Dan dibiarkan orang tak tutup aurat. Tak apa wanita baca warta berita kepala tak tutup tapi mula dengan Assalamualaikum. Salam tu sunat, buat yang sunat tingal wajib, kenapa tak ditegur yg ini?" soalnya.
Katanya lagi, Islam Hadhari merupakan satu ajaran menyeleweng yang memang sesuai dengan Umno kerana perlaksanaannya hanya dipandu mengikut kehendak mereka sendiri.
"Saya berani katakan bahawa ianya sesat walaupun Pak Lah telah memberikan amaran agar tidak diperlekehkan. Saya dah tulis buku yang sudah dicetak tiga empat kali tapi sehingga kini kerajaan Umno tak jawab lagi. Mereka juga tidak menjawab cabaran PAS untuk bermuzakarah secara ilmu," katanya.
Menurutnya, pendekatan Islam Hadhari yang diperkenalkan pemimpin Umno itu bercelaru dan tiada unsur tiada amar makruf dan nahi munkar.
"Masa dia mahu Islam mereka baca Al-Quran,baca doa dan bila tak mahu dia buat ikut suka, semua jadi celaru," ujarnya.
Beliau juga mengulangi penegasannya tentang istilah Islam Hadhari yang tidak kena pada penggunaannya.
"Hadharah adalah tamadun. Tamadun perlu ikut Islam, Hadharah Islamiyah ialah tamadun ikut mengikut Islam, Islam hadhari pula Islam kena ikut tamadun, jadi celaru tak tahu betul salah," jelasnya.
Baginya, pendekatan Islam Hadhari hari inilah yang membiarkan umat Islam berbalah tentang perkara-perkara khilafiyah.
"Dia biar orang Islam berbalah bab khilafiyah. Tak jadi masalah perkara ini kerana memang dia suka,"katanya lagi.
Beliau memberikan contoh bagaimana zaman pemerintahan British perintah dulu, masyarakat dibiarkan berbalah perkara-perkara furuk sedangkan yang memrintah negeri adalah penjajah.
"Masa tu tak ada mikrofon untuk azan jadi digunakan beduk untuk memberitahu waktu solat, ada yang kata boleh ada yang kata bidaah. Bergaduh bab beduk negeri orang putih perintah!" katanya.
Menurut Tuan Guru, Islam memnyuruh kita mengambil pendekatan menyedarkan rakyat. Jadi, PAS dan parti Islam yang lain mengambil pendekatan demokrasi yang membolehkan kebebasan bercakap, bersuara, menegur serta mengkritik dan mengajak orang.
"Walaupun ada sekatan dan penipuan, kejayaan mengajak orang kepada Islam secara memujuk dan memberi penjelasan yangg difahami adalah lebih afdhal dari jalann lain. Sebab itu PAS memasuki pilihanraya kerana ia adalah saluran terbaik untuk menyedarkan rakyat walaupun perlaksanaanya tidak betul," tegas beliau.
Menurutnya, tanggungjawab yang perlu dipikul sekarang ialah mengajak orang Islam kembalikan pemerintahan Islam dan kedaulatan Islam sepertimana yang dilakukan ulama terdahulu untuk menubuhkan PAS untuk mengajak umat Islam berjuang melalui jalan demokrasi.
"Kita buat perubahan, kita bentuk kerajaan yang dipilih dengan sokongan rakyat dan menjadi tanggungjawab kita orang Islam untuk tunjuk kepada orang bukan Islam cara pemerintahan Islam,"katanya.
Baginya, Umno tidak mampu menunjukkan contoh yang baik di dalam pemerintahan sedangkan dalam pemerintahan sesebuah negeri ada cara Islamnya.
"Kita orang Islam kena tunjuk kebaikan dan keadilan Islam. Umno yang taja Islam Hadhari menunjukkan contoh yang memalukan Islam. Cara Hadhari ni orang Islam pening, orang bukan Islam tak faham," katanya lagi.
Majlis pelancaran dana pilihan raya PAS Perlis ini diadakan di rumah seorang aktivis PAS, Abi Jamrah Ismail. Selain ceramah, turut diadakan majlis makan malam bersama pemimpin di tempat yang sama. - mks.
Bashir Ishak Thu Mar 22, 07 09:23:45 AM
ARAU, 22 Mac (Hrkh) - "Saya berani katakan bahawa ianya sesat walaupun Pak Lah telah memberikan amaran agar tidak diperlekehkan. Saya dah tulis buku yang sudah dicetak tiga empat kali tapi sehingga kini kerajaan Umno tak jawab lagi. Mereka juga tidak menjawab cabaran PAS untuk bermuzakarah secara ilmu."
Demikian pernyataan tegas Presiden PAS, Dato' Seri Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang semasa berceramah di Guar Sanji dekat sini sempena pelancaran Dana Pilihan raya PAS Perlis baru-baru ini.
Menurutnya lagi, membesarkan perkara-perkara khilafiyah dalam masyarakat pada zaman ini adalah kerja-kerja yang boleh merosakkan Islam.
Katanya, perkara-perkara khilafiyah dalam agama ini adalah benda lama yang sudah ada sejak zaman para sahabat, tabiin dan imam mazhab yang mana mereka tidak pernah bertelingkah dalam perkara furuk atau cabang.
"Tapi mereka tidak berbalah dalam perkara furuk kecuali masalah pokok. Inilah dia orang Islam berbalah bab talqin, qunut, sapu muka tapi arak dan judi dibenarkan, hudud dan khisas tak laksana.
"Dan dibiarkan orang tak tutup aurat. Tak apa wanita baca warta berita kepala tak tutup tapi mula dengan Assalamualaikum. Salam tu sunat, buat yang sunat tingal wajib, kenapa tak ditegur yg ini?" soalnya.
Katanya lagi, Islam Hadhari merupakan satu ajaran menyeleweng yang memang sesuai dengan Umno kerana perlaksanaannya hanya dipandu mengikut kehendak mereka sendiri.
"Saya berani katakan bahawa ianya sesat walaupun Pak Lah telah memberikan amaran agar tidak diperlekehkan. Saya dah tulis buku yang sudah dicetak tiga empat kali tapi sehingga kini kerajaan Umno tak jawab lagi. Mereka juga tidak menjawab cabaran PAS untuk bermuzakarah secara ilmu," katanya.
Menurutnya, pendekatan Islam Hadhari yang diperkenalkan pemimpin Umno itu bercelaru dan tiada unsur tiada amar makruf dan nahi munkar.
"Masa dia mahu Islam mereka baca Al-Quran,baca doa dan bila tak mahu dia buat ikut suka, semua jadi celaru," ujarnya.
Beliau juga mengulangi penegasannya tentang istilah Islam Hadhari yang tidak kena pada penggunaannya.
"Hadharah adalah tamadun. Tamadun perlu ikut Islam, Hadharah Islamiyah ialah tamadun ikut mengikut Islam, Islam hadhari pula Islam kena ikut tamadun, jadi celaru tak tahu betul salah," jelasnya.
Baginya, pendekatan Islam Hadhari hari inilah yang membiarkan umat Islam berbalah tentang perkara-perkara khilafiyah.
"Dia biar orang Islam berbalah bab khilafiyah. Tak jadi masalah perkara ini kerana memang dia suka,"katanya lagi.
Beliau memberikan contoh bagaimana zaman pemerintahan British perintah dulu, masyarakat dibiarkan berbalah perkara-perkara furuk sedangkan yang memrintah negeri adalah penjajah.
"Masa tu tak ada mikrofon untuk azan jadi digunakan beduk untuk memberitahu waktu solat, ada yang kata boleh ada yang kata bidaah. Bergaduh bab beduk negeri orang putih perintah!" katanya.
Menurut Tuan Guru, Islam memnyuruh kita mengambil pendekatan menyedarkan rakyat. Jadi, PAS dan parti Islam yang lain mengambil pendekatan demokrasi yang membolehkan kebebasan bercakap, bersuara, menegur serta mengkritik dan mengajak orang.
"Walaupun ada sekatan dan penipuan, kejayaan mengajak orang kepada Islam secara memujuk dan memberi penjelasan yangg difahami adalah lebih afdhal dari jalann lain. Sebab itu PAS memasuki pilihanraya kerana ia adalah saluran terbaik untuk menyedarkan rakyat walaupun perlaksanaanya tidak betul," tegas beliau.
Menurutnya, tanggungjawab yang perlu dipikul sekarang ialah mengajak orang Islam kembalikan pemerintahan Islam dan kedaulatan Islam sepertimana yang dilakukan ulama terdahulu untuk menubuhkan PAS untuk mengajak umat Islam berjuang melalui jalan demokrasi.
"Kita buat perubahan, kita bentuk kerajaan yang dipilih dengan sokongan rakyat dan menjadi tanggungjawab kita orang Islam untuk tunjuk kepada orang bukan Islam cara pemerintahan Islam,"katanya.
Baginya, Umno tidak mampu menunjukkan contoh yang baik di dalam pemerintahan sedangkan dalam pemerintahan sesebuah negeri ada cara Islamnya.
"Kita orang Islam kena tunjuk kebaikan dan keadilan Islam. Umno yang taja Islam Hadhari menunjukkan contoh yang memalukan Islam. Cara Hadhari ni orang Islam pening, orang bukan Islam tak faham," katanya lagi.
Majlis pelancaran dana pilihan raya PAS Perlis ini diadakan di rumah seorang aktivis PAS, Abi Jamrah Ismail. Selain ceramah, turut diadakan majlis makan malam bersama pemimpin di tempat yang sama. - mks.
Sunday, March 18, 2007
RELEVENKAH RAKYAT DENGAN PEMIMPIN
Kerajaan dan rakyat kita sudah berbeza. Kerajaan adalah kerajaan dan rakyat adalah rakyat. Ini dua entiti yang mula dibezakan oleh kerajaan yang sepatutnya datang dari rakyat. Kerajaan dan rakyat perlu "contribute" dalam menangani kos peningkatan TOL dan menurut kenyataan kerajaan - rakyat harus menanggung beban bersama - sama kerajaan dalam membayar syarikat - syarikat konsesi TOL. Ini kenyataan kerajaan yang seolah - olah telah menjatuhkan talak 3 kepada rakyat dalam kongsi kehidupan didalam negara kita "Malaysia".
Kerajaan kini terpisah dari rakyat sedangkan mereka lupa dari mana asal mereka dan dari mana sumber pendapatan mereka. Bukankah ini suatu yang pelik. Kerajaan mahu rakyat bersama - sama kerajaan membebani kos peningkatan TOL seolah - olah pendapatan kerajaan bukan datang dari rakyat.
Lebih memilukan adalah apabila kerajaan mendakwa bahawa mereka tidak ada pilihan lain selain dari meningkatkan harga TOL. Ini adalah kenyataan - kenyataan yang dikira menunjukkan bahawa kerajaan kita sudah terikat dengan jerut yang mereka buat sendiri tanpa mahu membebaskan diri. Kerajaan TIDAK PUNYA KUASA ke atas peningkatan harga TOL menunjukkan bahawa kerajaan sudah terperangkap dengan apa yang dilakukan oleh mereka sendiri.
Habis, adakah kerajaan hari ini relevan bila mana mereka sendiri sudah terikat dan tidak mampu lagi membela rakyat. Alasan yang sama dan sama masih tidak menyedarkan kita betapa kita perlu lakukan sesuatu untuk memberikan kuasa kepada kerajaan yang dapat membela rakyat. Kita asyik didendangkan dengan alasan yang tidak nampak mampu membela rakyat. Peningkatan harga air dan elektrik, peningkatan harga Petrol dan peningkatan kos kehidupan hasil dari semua ini TIDAK NAMPAK menunjukkan bahawa kerajaan membela rakyat.
Inilah yang ada dan apa inikah yang kita katakan - kerajaan datang dari rakyat untuk rakyat. Apa yang menyedihkan adalah ahli UMNO yang menjadi parti dominan dalam kerajaan sanggup menerima apa juga justifikasi yang menindas rakyat. Mereka tidak bangkit memperjuangkan isu - isu ini malah mereka terus akur dengan harapan keakuran mereka akan memberi pulangan yang datang dari kepimpinan parti mereka. Satu harapan yang ditanam tetapi sebenarnya memicit rakyat untuk cita -cita mereka dalam politik.
Akhirnya Pak Lah kini tidak dilihat sebagai yang berkuasa. Akhirnya kerajaan sendiri tiak dilihat sebagai yang berkuasa. Akhirnya Barisan Nasional khususnya UMNO sendiri tidak dilihat sebagai yang berkuasa kerana kuasa - kuasa mereka telah dibatasi dalam setiap perjanjian konsesi dengan korporat - korporat yang terus mengaut keuntungan dari rakyat. Malang lagi KERAJAAN akur dengan perbuatan itu. Mana kuasa kerajaan sekarang? Rakyat kini kehilangan kuasa kerana kuasa yang diserahkan kepada wakil - wakil mereka dijual dan kini tunduk kepada kapitalis - kapitali yang tidak akan menyebelahi rakyat. Lantas ini hanya menunjukkan kuasa - kuasa yang ada kini dibeli atau diserahkan kepada pemegang ekonomi yang tunduk kepada keuntungan biar ianya menindas rakyat Malaysia. Kenapa ? Kenapa mereka tunduk. Rasuah ! itu sahaja yang mampu kita katakan.
Kini rakyat bukan lagi kerajaan dan kerajaan bukan lagi rakyat. Ini bukan lagi lagi definasi demokrasi. Malah kita mempergunakan demokrasi tanpa pengertian yang sebenarnya. Kita terus diceraikan oleh kerajaan sebaik sahaja mereka mendapat kuasa dan akhirnya rakyat terus terpinggir tanpa nilai kehidupan yang diharapkan.
Masih relevankah rakyat?
Kerajaan kini terpisah dari rakyat sedangkan mereka lupa dari mana asal mereka dan dari mana sumber pendapatan mereka. Bukankah ini suatu yang pelik. Kerajaan mahu rakyat bersama - sama kerajaan membebani kos peningkatan TOL seolah - olah pendapatan kerajaan bukan datang dari rakyat.
Lebih memilukan adalah apabila kerajaan mendakwa bahawa mereka tidak ada pilihan lain selain dari meningkatkan harga TOL. Ini adalah kenyataan - kenyataan yang dikira menunjukkan bahawa kerajaan kita sudah terikat dengan jerut yang mereka buat sendiri tanpa mahu membebaskan diri. Kerajaan TIDAK PUNYA KUASA ke atas peningkatan harga TOL menunjukkan bahawa kerajaan sudah terperangkap dengan apa yang dilakukan oleh mereka sendiri.
Habis, adakah kerajaan hari ini relevan bila mana mereka sendiri sudah terikat dan tidak mampu lagi membela rakyat. Alasan yang sama dan sama masih tidak menyedarkan kita betapa kita perlu lakukan sesuatu untuk memberikan kuasa kepada kerajaan yang dapat membela rakyat. Kita asyik didendangkan dengan alasan yang tidak nampak mampu membela rakyat. Peningkatan harga air dan elektrik, peningkatan harga Petrol dan peningkatan kos kehidupan hasil dari semua ini TIDAK NAMPAK menunjukkan bahawa kerajaan membela rakyat.
Inilah yang ada dan apa inikah yang kita katakan - kerajaan datang dari rakyat untuk rakyat. Apa yang menyedihkan adalah ahli UMNO yang menjadi parti dominan dalam kerajaan sanggup menerima apa juga justifikasi yang menindas rakyat. Mereka tidak bangkit memperjuangkan isu - isu ini malah mereka terus akur dengan harapan keakuran mereka akan memberi pulangan yang datang dari kepimpinan parti mereka. Satu harapan yang ditanam tetapi sebenarnya memicit rakyat untuk cita -cita mereka dalam politik.
Akhirnya Pak Lah kini tidak dilihat sebagai yang berkuasa. Akhirnya kerajaan sendiri tiak dilihat sebagai yang berkuasa. Akhirnya Barisan Nasional khususnya UMNO sendiri tidak dilihat sebagai yang berkuasa kerana kuasa - kuasa mereka telah dibatasi dalam setiap perjanjian konsesi dengan korporat - korporat yang terus mengaut keuntungan dari rakyat. Malang lagi KERAJAAN akur dengan perbuatan itu. Mana kuasa kerajaan sekarang? Rakyat kini kehilangan kuasa kerana kuasa yang diserahkan kepada wakil - wakil mereka dijual dan kini tunduk kepada kapitalis - kapitali yang tidak akan menyebelahi rakyat. Lantas ini hanya menunjukkan kuasa - kuasa yang ada kini dibeli atau diserahkan kepada pemegang ekonomi yang tunduk kepada keuntungan biar ianya menindas rakyat Malaysia. Kenapa ? Kenapa mereka tunduk. Rasuah ! itu sahaja yang mampu kita katakan.
Kini rakyat bukan lagi kerajaan dan kerajaan bukan lagi rakyat. Ini bukan lagi lagi definasi demokrasi. Malah kita mempergunakan demokrasi tanpa pengertian yang sebenarnya. Kita terus diceraikan oleh kerajaan sebaik sahaja mereka mendapat kuasa dan akhirnya rakyat terus terpinggir tanpa nilai kehidupan yang diharapkan.
Masih relevankah rakyat?
Subscribe to:
Posts (Atom)